IKATAN KOORDINASI

IKATAN KOORDINASI

Untuk memahami ikatan koordinasi, marilah kita lihat senyawa amoniak. Amoniak atau NH3 terdiri atas satu atom N dan 3 atom H. Ini terjadi karena elektron terluar atom N terdiri atas sepasang elektron dan 3 elektron tunggal sehingga ikatan kovalen yang terjadi adalah NH3 dengan struktur:
 
Bagaimana seandainya satu atom H akan masuk ke dalam molekul tersebut ?. Seandainya atom H bisa masuk, yang paling mungkin adalah ke bagian yang ada elektron bebasnya, sehingga strukturnya akan menjadi:
 
Tetapi, hitunglah sekarang ada berapa elektron yang mengelilingi N ? Ternyata ada 9 elektron, dan ini melanggar kaidah oktet, sehingga tidak mungkin atom H ke empat masuk ke dalam N yang sudah mengikat tiga atom H. 
    Tetapi lain halnya jika hidrogen yang ke empat itu sudah membuang elektronnya. Hidrogen yang sudah membuang satu-satunya elektron yang dimiliki, sudah bukan lagi atom hidrogen tetapi ion H+. Jika yang masuk sebagai hidrogen ke empat adalah H+, maka hal itu boleh terjadi, dan terbentuklah radikal NH  yang disebut radikal amonium. Strukturnya adalah :


Muatan positif radikal amonium tersebut berasal dari ion H+ atau H yang keempat. Ikatan antara N dengan H yang keempat itu disebut ikatan koordinasi atau ikatan datif. Penting untuk diingat adalah, ikatan koordinasi tidak akan terjadi jika atom sentral masih mempunyai elektron tunggal atau, ikatan koordinasi hanya mempunyai kemungkinan terjadi jika ikatan kovalen sudah tidak mungkin. Dalam rumus bangun, ikatan koordinasi digambarkan dalam bentuk panah kecil dengan arah dari atom sentral pemilik elektron bebas atau untuk contoh kita di atas, ikatan koordinasi digambarkan dalam bentuk panah dari N ke H ke empat.


Pada dasarnya ikatan koordinasi terjadi jika molekul yang mempunyai pasangan elektron bebas bertemu dengan atom atau molekul yang masih kekurangan sepasang elektron. Contoh yang kekurangan sepasang elektron adalah ion H+ yang sudah kita bicarakan. Contoh lain adalah molekul yang berasal dari golongan 3A, misalnya BH3. Sebagai unsur yang berasal dari golongan 3A, maka elektronvalensi ada 3, dan ketiganya sebagai elektron tunggal.

 Jika mengikat hidrogen, maka dibutuhkan 3 atom H untuk bersekutu, sehingga molekul yang terbentuk adalah:


Jika kita perhatikan, atom B dalam BH3 baru mempunyai 6 elektronvalensi, yaitu 3 berasal dari miliknya sendiri dan 3 dari tiga atom H, jadi untuk menjadi oktet, BH3 masih kekurangan sepasang elektron. Kekurangan ini dapat dipenuhi dengan cara membentuk ikatan koordinasi dengan molekul yang atom sentralnya mempunyai pasangan elektron bebas seperti NH3. Ikatan yang terjadi adalah:


Elektron koordinasinya terletak antara B dan N dan dapat dinyatakan dengan panah yang arahnya menuju B, sehingga rumus bangunnya adalah.

Dibandingkan dengan ikatan kovalen, ikatan koordinasi adalah lebih lemah. Ini dapat mudah dimengerti, karena dalam ikatan kovalen, elektron persekutuan dibentuk atas dasar andil sedang pada ikatan koordinasi, elektron persekutuan hanya berasal dari salah satu fihak saja.
Hak yang cukup menarik untuk dibahas adalah, bagaimana cara mengetahui dengan cepat, ada atau tidak adanya ikatan koordinasi dalam molekul ? Masalah ini akan kita fahami langsung dengan contoh. Misal kita ingin mengetahui dalam molekul SO3 ada ikatan koordinasinya apa tidak. Yang kita perhatikan adalah atom penyusun molekul. Baik S maupun O adalah golongan 6A, jadi elektronvalensinya sama, yaitu 6 dan jumlah elektron tunggalnya juga sama yaitu 2. Karena jumlah elektron tunggalnya sama, maka ikatan kovalen hanya terjadi antara 1 atom S dan satu atom O dengan ikatan rangkap dua karena adanya 2 elektron tunggal dari masing-masing atom. Jadi S hanya berkovalen dengan satu atom O. Segera kita boleh memutuskan, jadi dalam SO3 ada dua atom O yang terikat secara koordinasi yaitu atom O kedua dan ketiga. Arah koordinasinya adalah dari S ke O. Jadi rumus bangun SO3 adalah:

Untuk versi pdf dapat di download dengan klik link dibawah ini.IKATAN KOORDINASI

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *